ana_mahebe231090
Ini kisah cinta pertama ku namun bukan pacar pertama ku…
Bunga-bunga cinta itu mulai menghampiriku ketika aku duduk di kelas X SMA. Mungkin memang terlihat sangat telat ya.. di umur segitu baru merasakan bunga-bunga cinta.
Ah itu cinta monyet, untuk apa ku pikirkan lagi…Tapi akhir-akhir ini Ia mengusik pikiranku.
Kisah ini berawal ketika aku mengikuti les tambahan di luar sekolah, sebut saja tempat les tambahannya adalah “GIGA”. Disana diriku bertemu dengan teman-teman dari berbagai sekolah.
“Tak ada dari sekolah yang sama denganku”, gumanku…
Seiring waktu diriku merasakan kenyaman dengan suasana tempat lesku ditambah teman-teman yang menyenangkan dan pintar-pintar. Perhatianku tertuju pada seorang anak laki-laki. Raut mukanya tak ganteng tapi manis karena kulitnya yang tak putih itu. Badannya kurus dan tinggi. Sepintas mirip ayahku. Maklum, sejak kelas 1 SMP , ayahku meninggal dan lama tak melihat wajahnya…. Karena kemiripan wajahnya dengan ayahku, aku pun sering mencuri pandang demi hanya untuk membayangkan kalau aku sedang melihat ayah. (jadi kangen ayah…)
Dari hanya sekedar melihat wajahnya, aku pun mulai mengaguminya. Ntahlah, dulu yang terpikirkan hanya mengagumi bukan mencintai atau menyayangi. Aku mengagumi kepintarannya. Namun semua itu hanya ku simpan dalam hati tanpa ada yang mengetahui.
Sampai pada suatu ketika, aku pun tahu ia bersekolah dimana. Ia ternyata satu sekolah denganku. (haha.. kebanyakan kelas si di sekolah ku itu.. kelas X nya ada 9 kelas). Aku agak kaget dan agak sedikit senang. Wah,,, bakal sering ketemu donk kalo satu sekolah.
Saat upacara bendera, waktu itu kelas dia yang menjadi petugas. Ia jadi pembaca do’a. Ku pikir biasa saja seperti petugas-petugas lainnya. Namun ternyata tidak, suaranya merdu kali. Ia fasih dalam melafazkan doa-doa itu. Aku makin kagum dengannya, manis, tinggi, pintar, dan alim.
Waktu terus berlalu, aku dan dia menjadi lebih dekat karena setiap hari bertemu di sekolah dan sorenya bertemu di tempat les. Makin bersemangat untuk les saat itu. Hahaha…
Saat kelas X itu aku sering bercerita tentang perasaanku pada teman sebangkuku.. namanya Remipa. Ia berucap “ku doakan nanti kelas 2 kalian satu kelas”. Waw… itu pun menjadi kenyataan, aku dan dia berada satu kelas saat kelas 2. (apa ini takdirNya? Pikirku senang).
Tapi,,, dibalik kesenangan itu ada juga keresahan, bukan hanya dengan dia, namun teman sekelasku adalah juara-juara dari kelas lain. Aku pesimis apa bisa mempertahankan prestasiku.
Hari demi hari terlewati, ternyata biasa saja sekelas dengan dia. Aku menjadi lebih kaku dalam bersikap (padahal semestinya biasa saja toh dia juga tidak tahu), aku menjadi lebih tertutup. Satu per satu kejelekannya yang terlihat dimataku. Namun anehnya aku masih saja memikirkannya.
Kenaikan kelas 3 aku berdoa agar tak lagi sekelas dengan dia. Yupz,, kami pun terpisah, namun terpisah itu malah bikin lebih dekat dari kelas 2 itu. Aneh… makin aneh. Makin terpelihara saja perasaan itu, padahal aku ingin membuang perasaan itu sejak aku tahu ia ada hati dengan teman sekelasnya waktu kelas X dan terus sampai kelas 3 itu. Yah,., aku merasa ingin tahu diri. Aku pun mulai berubah dan dingin setiap bercakap dengan dia. Dia makin jahil membuat aku tertawa. Aku pasrah dan membiarkan perasaan itu hilang bersama waktu. Namun saat ulang tahunnya di desember 2008 itu aku memberanikan diri memberikannya kado ulang tahun. Aneh pasti menurutnya kenapa tiba-tiba memberi ia kado. Aku membiarkan ia berpikir macam-macam hingga kini….
Kami pun menyelesaikan pendidikan menengah kami dan berlanjut di perguruan tinggi masing-masing. Aku melanjutkan ke universitas negeri di kota Palembang ini dan ia melanjutkan studi dengan merantau ke Jakarta, ke salah satu sekolah tinggi yang difavoritkan. Yah…. Anak pintar memang…
Akhir-akhir ini aku sering mengirim pesan singkat “berisi kata-kata mutiara” kepada beberapa kontak di hpku. Termasuklah ia.. aku mengirimkan pesan dari nomor tidak diketahui umum. Sampai suatu ketika.. ia membalas smsku itu. “ini siapa y?”. dan tak ku balas karena ku anggap untuk apa ia tahu siapa pengirimnya, toh pengirimnya tidak menuntut balasan. Tapi beberapa saat kemudian ia sms lagi, kurang lebih ia berkata “percuma isi smsnya baik-baik tapi pengirimnya pengecut”. Waw… aku sangat kaget ia seorang yang ku kagumi bisa berkata seperti itu. Akhirnya aku pun membalas, “Ya maaf, ini RIZKY OKTARIANA (nama lengkapku)”. Ku kira masalahnya selesai dan cukup sampai disitu sampai aku tahu perteman kami di facebook sudah tak ada lagi. Facebook ku di blok oleh nya. (dalam hatiku bertanya, benarkah yang kulihat ini? Sebesar apa salah ku pada dirinya?)
Ah,, cinta monyet yang masih terjaga sampai saat ini. Walau aku tahu, tak kan mungkin! Yang ku mau saat ini hanya hubungan silaturahmi yang baik dengan dirinya. Bukan seperti yang ada saat ini….
Rabu, 06 Juli 2011
Jumat, 24 Juni 2011
Saya Kembali...
ana_mahebe231090
Assalamu'alaikum,
wah,, sudah lama sekali Ane nggak ngotak ngatik ni blog. Abisnya jadwal Ane lagi padat-padatnya nih. hehe *sook*
Iya ni, beberapa bulan terakhir sibuk dengan Lomba Cerdas Cermat Matematika, Proposal, Seminar Matematika dan puncaknya hari selasa kemarin Seminar Proposal. dann.. akhirnya semester 6 ini berakhir. welcome Semester 7. Do'a Ane disemester ini.
"MOGA SEMESTER 7 INI JADI SEMESTER TERAKHIRKU"
AAMIIN. :)
Assalamu'alaikum,
wah,, sudah lama sekali Ane nggak ngotak ngatik ni blog. Abisnya jadwal Ane lagi padat-padatnya nih. hehe *sook*
Iya ni, beberapa bulan terakhir sibuk dengan Lomba Cerdas Cermat Matematika, Proposal, Seminar Matematika dan puncaknya hari selasa kemarin Seminar Proposal. dann.. akhirnya semester 6 ini berakhir. welcome Semester 7. Do'a Ane disemester ini.
"MOGA SEMESTER 7 INI JADI SEMESTER TERAKHIRKU"
AAMIIN. :)
Minggu, 03 April 2011
Sahabat Kecilku
ana_mahebe231090
Sahabat kecil, pasti hampir dari kalian semua masing-masing punya teman yang dekat sedari kecil, begitu pun Ana. Bella Nopita namanya.
Saat kecil kami berdua termasuk anak rumahan yang jarang bermain ke luar rumah. kami lebih sering bermain di dalam rumah. Jadi tak terlalu mengenal satu sama lain (sepengingatan ana). tapi usut demi usut menurut cerita ortu ana, kami lumayan dekat semasa kecil dahulu.
Ana mulai bener-bener dekat dengan Bella sejak SMP. karena baru saat itulah kami berada di SMP yang sama. Kelas 1 kami sama kelasnya namun Ana kelas pagi dan Bella kelas siang, kelas 2 kelas kami bersebelahan, kelas 3 smp kami sekelas, yaitu kelas Pendais.
SD kami nyariiis sama, Ana yang sudah diterima di SD yang sama dengan BElla malah gak mau sekolah disana karena jauuuh dari rumah. Kalo nggak pastinya kami sudah selalu bersama sejak Sd sampe SMA.
SMA, walau gak pernah satu kelas tapi kami semakin dekat. Teman pulang bareng. Sama-sama jalan kaki pas pulang. karena sekolah kami lumayan dekat dari rumah.
Bella Nopita..
My Best Friend Forever.
Amiiin.
Karena kami ini sama-sama cuek anakny, jadiii kalo ngumpuul tu jaraaaang banget sebenrnya curhaaaaat. Hanya sesekali. KAmi berbagi kebahagiaaaan, saling mengisi jika slah satunya sedang bersedih, menghibur dan terima apa adanya!!! sadar2 diri aja kalo salah satunya lagi gak mood. inilah yang bikin persahabatan kami awet-awet waeeee.
:)
Sahabat kecil, pasti hampir dari kalian semua masing-masing punya teman yang dekat sedari kecil, begitu pun Ana. Bella Nopita namanya.
Saat kecil kami berdua termasuk anak rumahan yang jarang bermain ke luar rumah. kami lebih sering bermain di dalam rumah. Jadi tak terlalu mengenal satu sama lain (sepengingatan ana). tapi usut demi usut menurut cerita ortu ana, kami lumayan dekat semasa kecil dahulu.
Ana mulai bener-bener dekat dengan Bella sejak SMP. karena baru saat itulah kami berada di SMP yang sama. Kelas 1 kami sama kelasnya namun Ana kelas pagi dan Bella kelas siang, kelas 2 kelas kami bersebelahan, kelas 3 smp kami sekelas, yaitu kelas Pendais.
SD kami nyariiis sama, Ana yang sudah diterima di SD yang sama dengan BElla malah gak mau sekolah disana karena jauuuh dari rumah. Kalo nggak pastinya kami sudah selalu bersama sejak Sd sampe SMA.
SMA, walau gak pernah satu kelas tapi kami semakin dekat. Teman pulang bareng. Sama-sama jalan kaki pas pulang. karena sekolah kami lumayan dekat dari rumah.
Bella Nopita..
My Best Friend Forever.
Amiiin.
Karena kami ini sama-sama cuek anakny, jadiii kalo ngumpuul tu jaraaaang banget sebenrnya curhaaaaat. Hanya sesekali. KAmi berbagi kebahagiaaaan, saling mengisi jika slah satunya sedang bersedih, menghibur dan terima apa adanya!!! sadar2 diri aja kalo salah satunya lagi gak mood. inilah yang bikin persahabatan kami awet-awet waeeee.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)





